Dipublikasikan 2026-04-24 14:08:20
BPKPD Sragen – Pemerintah Kabupaten Sragen terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor melalui cara yang lebih edukatif dan menyentuh langsung generasi muda. Salah satunya diwujudkan melalui program GADIS PANTURA (Gerakan Disiplin Pajak untuk Rakyat) yang kini mulai menyasar lingkungan sekolah.
Kegiatan yang digelar di SMAN 3 Sragen pada Jumat (10/4/2026) ini menjadi bagian dari strategi menanamkan budaya taat pajak sejak dini, sekaligus memperluas jangkauan sosialisasi melalui dunia pendidikan.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BPKPD Kabupaten Sragen bersama UPPD Samsat Sragen, dengan fokus pada edukasi, sosialisasi, dan peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pengecekan langsung terhadap kendaraan yang berada di area parkir sekolah, baik milik siswa, guru, maupun masyarakat sekitar. Dari hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 348 sepeda motor dan 8 mobil telah diperiksa status pajaknya.
Dari jumlah tersebut, ditemukan 28 kendaraan yang masih memiliki tunggakan pajak. Namun, pendekatan yang digunakan tidak bersifat represif. Petugas justru mengedepankan cara persuasif dengan menempelkan stiker imbauan pada kendaraan yang belum memenuhi kewajibannya.
Stiker tersebut berfungsi sebagai pengingat sekaligus sarana edukasi bagi pemilik kendaraan agar segera melunasi pajaknya. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat dibandingkan tindakan penegakan yang bersifat langsung.
Pelaksanaan kegiatan di sekolah memiliki nilai strategis tersendiri. Selain menjangkau wajib pajak secara langsung, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya pajak sebagai salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
Melalui edukasi ini, siswa diajak memahami bahwa pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta kesejahteraan masyarakat secara umum.
Lingkungan sekolah dipilih karena dinilai efektif dalam membentuk karakter disiplin sejak dini. Dengan melihat langsung proses pengecekan pajak, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kesadaran dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.
Selain itu, keterlibatan pihak sekolah juga mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan Daerah BPKPD Sragen, Nuryahman Hartono,ST,MSi, menyampaikan bahwa pendekatan edukatif menjadi strategi penting dalam membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya pajak. Harapannya, kesadaran ini tumbuh dari dalam, bukan karena paksaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Anak-anak sekolah ini nantinya bisa menjadi penyampai informasi di keluarga maupun masyarakat sekitarnya. Dengan begitu, efek edukasi yang kami lakukan bisa lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ke depan, program serupa direncanakan akan terus diperluas ke berbagai lokasi strategis lainnya di Kabupaten Sragen. Diharapkan, melalui pendekatan yang edukatif, persuasif, dan berkelanjutan ini, kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dapat meningkat secara lebih merata.
Program GADIS PANTURA pun diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penertiban semata, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif dalam membangun budaya masyarakat yang lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap kewajiban pajaknya. (N. Hart – Bidang Penagihan dan Pelaporan Pendapatan Daerah – BPKPD Sragen)
Baca berita lainnya :
<a href="https://pajak.sragenkab.go.id/2026/04/pemeriksaan-pajak-kendaraan-bpkpd-sragen-23-april-2026.html">Gadis Pantura Digelar di SMAN 2 Sragen, BPKPD Intensifkan Edukasi Disiplin Pajak Kendaraan </a>